Isi Poling YUK : Pilihan Kamu Mantap ke mana ? 01.Jokowi-Amin /atau/ 02.Prabowo-Sandi




  Ayo  Jalan Terus !  - Setelah Debat Malam Ini, Pilihan Kamu Mantap ke mana ? 


01. Jokowi-Amin 02. Prabowo-Sandi

ISI POLING MU DISINI :





Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Ayo Jalan Terus! -  Suarakan Fakta dan Kebenaran ! 





Selengkapnya

Pelaku Teror New Zealand Nyengir dan Tunjukkan Simbol 'OK' Terbalik Di Jari Jari nya, Artinya?

  Ayo  Jalan Terus !  -  Pelaku serangan teror di dua masjid di New Zealand, Brenton Tarrant, menjalani persidangan pada hari Sabtu sehari setelah aksi teror terjadi. Dalam persidangan, Tarrant sempat menunjukkan simbol tertentu dengan tangannya. 

Dilansir dari news.com.au, Senin (18/3/2019), Tarrant diadili di sebuah Pengadilan Distrik di New Zealand. Simbol tangan Tarrant tersebut dilaporkan telah menambah marah terhadap apa yang telah dia lakukan. 




Pria 28 tahun berkebangsaan Australia itu sempat menyeringai di Pengadilan dan tampak tak menyesal. Dia juga menunjukkan simbol 'OK' terbalik dengan tangan kanannya. 

Simbol tangan tersebut, yang memang sering disertai seringai, kerap dikaitkan dengan supremasi kulit putih. Jari tengah, jari manis dan kelingking dikatakan mewakili 'W' (putih/white), sedangkan ibu jari dan telunjuk berkumpul untuk mewakili 'P' (kekuatan/power).

news.com.au menuliskan, meskipun beberapa supremasi kulit putih menggunakan gerakan itu, ada kemungkinan juga Tarrant melakukannya "hanya untuk menjebak kita semua".

Selain itu, yang menarik perhatian dari persidangan awal Tarrant adalah fotonya yang diperintahkan hakim untuk di-blur. 

Seperti diberitakan media lokal, New Zealand Herald dan dilansir New York Post, Hakim Pengadilan Distrik Paul Kellar membolehkan para jurnalis menggunakan kamera dan memvideokan persidangan Tarrant, namun hakim memerintahkan wajah pria berumur 28 tahun tersebut disamarkan atau diblur demi menjaga hak-hak dia untuk mendapatkan persidangan yang adil.

Tarrant didakwa dengan satu dakwaan pembunuhan atas penembakan brutal di dua masjid New Zealand. Dakwaan-dakwaan lainnya akan dijeratkan pada pria Australia tersebut dalam persidangan berikutnya. Dia dijadwalkan akan kembali disidang pada 5 April mendatang.

Sebanyak 50 orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka dalam aksi teror penembakan brutal di dua masjid di kota Christchurch. Tarrant disebut-sebut merupakan pelaku tunggal.




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Ayo Jalan Terus! -  Suarakan Fakta dan Kebenaran ! 





Selengkapnya

Keponakan JK Ini Terang Terangan Duduk di Kursi Pendukung Prabowo - Sandi 02

  Ayo  Jalan Terus !  - Melihat Erwin Aksa, Politikus Golkar yang Duduk di Kursi Pendukung 02


Keponakan Jusuf Kalla, Erwin Aksa, ikut hadir dalam debat ketiga yakni antara Ma'ruf Amin menghadapi Sandiaga Salahudin Uno. Erwin duduk di barisan pendukung Prabowo-Sandi.

Erwin merupakan politikus Golkar, namanya pernah disebut-sebut dalam bursa cawagub DKI menggantikan Sandiaga Uno, namun hingga kini namanya tak lagi santer terdengar dalam bursa.

Erwin adalah bos (direktur utama) perusahaan induk Bosowa Corp. Perusahaan yang menyediakan unit-unit bisnis yang bergerak di bidang barang dan jasa.

Kehadiran Erwin malam ini menarik, sebab partainya Golkar memiliki sikap politik mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.



Erwin Aksa merupakan anak dari Aksa Mahmud pengusaha asal Sulawesi Selatan. Aksa Mahmud sendiri sudah mendeklarasikan diri untuk mendukung Jokowi.

"Incumbent potensi 30 persen menang. Ada kemungkinan. Saya dukung incumbent. Saya dukung incumben yang menang," kata Aksa di Kebayoran, Jakarta Selatan, (5/2)

Namun demikian, Erwin Aksa memang terkenal sahabat dekat dari Anies Baswedan. Bahkan, Erwin pernah meminjamkan Anies helikopter saat seusai Pilkada DKI 2017 lalu.

Tak hanya itu, Erwin juga memiliki persahabatan dengan Sandiaga Uno karena keduanya pernah sama sama satu organisasi di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)


Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar dari Erwin Aksa terkait sikapnya yang duduk dan memakai seragam khas pendukung 02.


Kiprah Pebisnis & Tokoh Sulawesi Selatan yang 'BERANI' Dukung Prabowo-Sandi 02

  Ayo  Jalan Terus !  - Pengusaha Erwin Aksa terlihat hadir di jajaran kursi pendukung Prabowo-Sandi, saat menyaksikan debat Pilpres 2019 putaran ketiga yang menampilkan pasangan Calon Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno.

Komisaris Utama Bosowa itu hadir di lokasi debat di Hotel Sultan, Minggu (17/3) malam. Seperti para pendukung pasangan kandidat nomor urut 02 lainnya, dia mengenakan kemeja biru berbalut rompi jeans warna senada. Di dada kanannya tersemat bendera merah putih dan di dada kiri terpasang logo Prabowo-Sandi berbentuk lingkaran.




Dia duduk berdekatan dengan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. Meski ini penampilan perdananya secara terbuka mendukung Prabowo-Sandi, namun politisi Partai Golkar ini tak terlihat canggung mengekspresikan dukungannya.

Dia ikut meneriakkan yel-yel dan mengacungkan tangan terkepal, saat Sandiaga Uno memaparkan program dan menimpali paparan Ma’ruf Amin.

Sosok Erwin menyita perhatian, karena dia merupakan pengurus DPP Partai Golkar, partai yang ada di kubu Jokowi-Ma’ruf. Di DPP Partai Golkar, saat ini Erwin menjabat Ketua Bidang Koperasi, Wirausaha dan UKM.

Perbedaan pilihan politik ini, juga ditunjukkan Erwin dalam Pilkada DKI 2017 silam. Saat partainya mendukung pasangan Ahok-Jarot, dia berada di kubu Anies-Sandi yang akhirnya memenangkan kontestasi itu.





Erwin-lah yang meminjamkan helikopter dan mobil Toyota Alphard-nya kepada Anies, saat Gubernur DKI terpilih itu menemui Ahok di Balaikota DKI, Kamis 20 April 2017.

Karena helikopter itu terbang dari RS Siloam di kawasan Lebak Bulus dan mendarat di Hotel Aryaduta, yang keduanya milik Lippo Group, sempat beredar rumor Anies menggunakan helikopter milik James Riady.

Tak hanya berbeda pilihan dengan partainya, Erwin juga berbeda kubu dengan pamannya, Jusuf Kalla. Ayah Erwin yakni Aksa Mahmud, adalah adik ipar Jusuf Kalla. Seperti diketahui, JK menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf.

Tapi hubungan persaudaraan, tak membuat Erwin canggung berbeda pilihan politik. Pada sisi lain, kedekatan hubungan Erwin dengan Sandiaga juga sudah berlangsung lama, tak hanya saat Pilpres 2019 ini.

Sebagai pengusaha, keduanya sama-sama berkiprah di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI. Lulusan University of Pittsburgh, Pennsylvania, itu menjabat Ketua Umum HIPMI periode 2008-2011, ‘mewarisi’ jabatan itu dari Sandiaga yang menjabat periode 2005-2008.

Kiprah bisnis pria 43 tahun itu, ditempa di perusahaan keluarga yang didirikan ayahnya pada 1973, Bosowa Group. Begitu lulus dari Amerika Serikat, Erwin langsung menduduki posisi Executive Director & Deputy VPD pada PT Semen Bosowa Maros.

Pada 2005, dia menjabat Direktur Utama PT Bosowa Energi. Lalu kemudian dia memimpin holding usaha Bosowa Corporation sebagai Presiden Direktur.

Bisnis Bosowa yang kini ditukangi Erwin sebagai Komisaris Utama, bermula dari bidang otomotif, yakni sebagai dealer mobil Datsun. Lalu kemudian sebagai sales dan distributor Mitsubishi di Indonesia timur.


Kini perusahaan yang namanya diambil dari akronim 3 kerajaan Bugis yakni Bone-Soppeng-Wajo (Bosowa) itu, bisnisnya merambah 6 bidang usaha. Selain otomotif, juga semen, pertambangan dan energi, jasa keuangan, properti, serta pendidikan.



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Ayo Jalan Terus! -  Suarakan Fakta dan Kebenaran ! 





Selengkapnya

Ekonom UI: "Ma'ruf Mirip Khotbah Jum'at 'Sejuk.. Adem', Sandi Menangkan Debat 'Serasa RI Punya Pemimpin Baru'"

Ekonom UI: Ma'ruf Mirip Khotbah Jum'at, Sandi Memenangkan Debat

Debat calon wakil presiden yang membahas tentang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan sosial dan budaya selesai digelar tadi malam, Minggu (17/3/2019).

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi mengatakan debat kali ini berbeda dengan dua yang sebelumnya.





Jika kedua debat sebelumnya, semua yang disampaikan masih bersifat abstrak, kali ini sudah ia nilai cukup eksploratif, meski ada beberapa hal yang masih perlu dijabarkan lagi secara detail.

Penilaian tersebut secara khusus ia berikan terhadap Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno. Ia memandang, Sandi memenangkan debat ketiga ini. Pasalnya, Sandiaga lebih banyak menekankan program eksploratif. Program-program yang diusung Sandiaga disebutnya berdasar atas kondisi yang memang berlangsung di lapangan.

Contohnya, soal data 13 persen anggota keluarga Indonesia yang tak berpenghasilan (unpaid family workers) dan 60 persen pengangguran merupakan berpendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta politeknik. Data sesuai dengan Bank Dunia.

Sandi mengatakan jika terpilih dalam Pemilihan Presiden 2019, ia akan mengatasi masalah tersebut. Solusi yang ia tawarkan, membawa gerakan wirausaha OK OCE yang telah dijalankannya di Jakarta ke skala nasional.

Penyampaian tersebut berbeda dengan Ma'ruf. Dalam debat tersebut, pasangan Jokowi hanya bermain normatif; mengangkat upaya yang memang sudah dijalankan Jokowi. Salah satunya adalah rencana program menghubungkan vokasi dengan industri, atau biasa disebut link and match.

Menurut Fithra, solusi link and match yang ditawarkan Ma'ruf cukup kuno lantaran tak ada elaborasi mengenai konsep tersebut ke depannya.

"Saya berpendapat Sandiaga lebih unggul kali ini. Ia tampaknya tahu teknis, lebih banyak masalah yang diungkapkan, dan tentu lebih eksploratif di mana solusi yang ia tawarkan lebih ke arah case study. Sementara solusi yang ditawarkan Ma'ruf cukup hanya deskriptif tentang hal-hal yang sudah dilakukan saat ini," jelas Fithra kepada CNNIndonesia.com, Minggu (17/3).

Contoh lain kata Fithra, respons Ma'ruf mengenai jaminan kesehatan. Ma'ruf kerap bicara mengenai Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang sudah baik karena peserta program tersebut sudah 215 juta jiwa. Dari jumlah peserta tersebut, 96,8 juta di antaranya biayanya ditanggung negara.

Hanya saja, elaborasi tersebut tidak cukup memuaskan. Pasalnya, banyaknya cakupan masyarakat yang ikut dalam program tersebut akan sia-sia jika pelayanan buruk.

Hal tersebut berbeda dengan yang disampaikan Sandi. Pasangan Prabowo Subianto tersebut ia sebut lebih kongkret dalam menawarkan program perbaikan layanan kesehatan dengan mengatakan bahwa kualitas kesehatan harus menjadi nomor wahid. Bahkan, Sandiaga juga mengatakan akan menuntaskan masalah keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam 200 hari pertama agar pelayanan kesehatan dan dokter membaik.

Menurut Fithra, penyelesaian masalah dalam 200 hari pertama sangat dimungkinkan. "Sekarang defisit BPJS Kesehatan terakhir sesuai audit BPKP adalah Rp10 triliun, ini kan hanya berapa persen dari APBN saja sebetulnya. Jadi kalau hanya menyelesaikan defisit saja, harusnya bisa dalam 200 hari. Tapi kan kemudian harus terpikir, pengelolaan BPJS Kesehatan secara berkelanjutan ke depan ini harus seperti apa," terang dia.

Fithra melanjutkan, sebetulnya Ma'ruf bisa lebih baik dalam debat saat Sandi mengkritik kebijakan pemerintah soal keberadaan tenaga kerja asing. Ia bisa 'menangkis' serangan Sandiaga dengan data data Tenaga Kerja Asing (TKA) yang sebenarnya.

Namun, hujan data kali ini dianggapnya tidak deras seperti debat capres sebulan sebelumnya. Ada kemungkinan kedua cawapres enggan mengeluarkan banyak data karena takut kesalahan penyajian data sebagaimana terjadi pada debat sebelumnya, terjadi lagi.

Fithra mengatakan Sandiaga juga menang lawan Ma'ruf dalam debat soal kartu yang digunakan untuk menyalurkan bantuan ke masyarakat. Sandi berencana untuk menggunakan e-KTP untuk menyalurkan bantuan sosial.

Langkah tersebut ia sebut langkah maju ketimbang penerbitan tiga hingga empat kartu yang ingin dijalankan Ma'ruf. Sebab, di negara maju, pemberian bantuan sosial memang dilakukan hanya dengan satu nomor identitas tunggal (Single Identification Number).

Sumber: CNNIndonesia






Kesimpulan debat:
semua punya posisi, tempatkan sesuai posisinya masing2. Ulama dan Umaro. Mari sinergi wujudkan baldatun thoyyibatun warobbun ghofur.



pagi ini dpt wa dari temen: gw pindah haluan...02 lbh menjanjikan,empet gw emak gw 5 hari disuruh pulang krn peraturan bpjs t**i...gw ikut prabowo-sandi...Oh,ok..welcome to akal sehat club..bersama kita sambut perubahan utk indonesia lbh baik..






Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Ayo Jalan Terus! -  Suarakan Fakta dan Kebenaran ! 





Selengkapnya

Sebut Sandi ‘Gagal Paham’, TKN : "Ma'ruf Tampil Luar Biasa, di Luar Ekspektasi & Tampilkan Kejutan"

TKN Sebut Sandi Sering ‘Gagal Paham’ saat Debat


Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo – Ma’ruf Amin menilai calon wakil presiden Sandiaga Uno ‘gagal paham’ dalam debat. Direktur Program TKN, Aria Bima, menyebut Sandi gagal mendengarkan pertanyaan yang dilontarkan Ma’ruf sehingga jawaban yang disampaikan tidak sesuai dengan konteks pertanyaan.

Baca : Panelis Debat Beri Skor Akhir untuk Pasangan Capres-Cawapres, Siapa Lebih Unggul ? 

“Menurut saya Pak Sandi banyak hal, bukan gagal jawab tapi gagal mendengar pertanyaan. Ini yang saya sangat sayangkan,” ujarnya usai debat di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Politisi PDI Perjuangan itu mencontohkan saat Ma’ruf menanyakan ke Sandi perihal pengawasan transfer daerah. Dia menilai jawaban mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu tidak sesuai.

“Sal pengawasan transfer daerah maupun soal pengawasan dari pusat daerah seperti apa. Apa yang Kyai Ma’ruf inginkan dan ditanyakan kepada Pak Sandi, banyak yang tidak nyambung tadi apa yang dimaksud,” tandasnya.

Baca : Ekonom UI: "Ma'ruf Mirip Khotbah Jum'at 'Sejuk.. Adem', Sandi Menangkan Debat 'Serasa RI Punya Pemimpin Baru'"


Hal berbeda dilihat Aria. Dia mengatakan meski sudah sepuh, namun Ma’ruf mampu menjawab pertanyaan yang diberikam panelis dan Sandi dengan baik.

“Dan Kyai Ma’ruf walau beliau lebih sepuh, cukup mampu menjawab karena pertanyaan yang disampaikan panelis maupun Pak Sandi. Kyai Maruf lebih bisa mendengarkan sehingga jawaban beliau bisa menjawab persoalan yang ada,” tutup Aria. (ikbal/yp)


TKN Jokowi Nilai Penampilan Ma'ruf Amin Tampilkan Kejutan ! ...di Luar Ekspektasi & Tampil Luar Biasa! 


"Excellence dan luar biasa!" ungkap Juru Bicara TKN Irma Suryani Chaniago 

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Rosan Roeslanimenyebut penampilan Cawapres nomor urut 01 Maruf Amin di debat ketiga Pilpres 2019 melebihi ekspektasi. Dia juga menilai jawaban-jawaban Maruf saat debat terlihat tenang. Rosan mengatakan hal tersebut tampak dari data yang digunakan Maruf.


"Saya rasa itu is beyond our expectation. Benar-benar jawaban beliau itu sangat tepat," kata Rosan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/3).


Ketua KADIN itu juga mengatakan berbagai jawaban Maruf saat debat sekaligus bentuk rencana yang dilakukan Jokowi-Maruf nantinya. Sementara itu, Rosan menilai penampilan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno tak seperti yang dibayangkannya. Sebab, dia menyebut jawaban mantan wagub DKI terkesan mengambang.

"02 sedikit below expectation, jawaban-jawaban Pak Sandi itu masih agak mengambang kurang mengarah ke pokok persoalan," jelasnya.

Debat ketiga Pilpres 2019 di gelar di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3). Debat kali ini hanya menampilkan calon wakil presiden (cawapres), Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno.

Pada debat Cawapres ini, tema yang diangkat soal Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial, dan Kebudayaan.

Tak seperti dua debat sebelumnya, pada debat cawapres akan ada beberapa perbedaan.

Hal ini memang sengaja dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memperbaiki kekurangan pada debat-debat sebelumnya. Salah satunya adalah pembentukan Komite Damai yang baru muncul pada debat ketiga Pilpres 2019 nanti. Selain itu, format debat juga berubah dan jumlah penonton yang hadir berkurang.


TKN: Ma'ruf Amin Tampilkan Kejutan



Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menyebut cawapres nomor urut 01 itu menampilkan kejutan di panggung debat. 

"Jadi tampak tampilan seorang pemimpin yang bijaksana, di mana Pak Sandi melihat Kiai Ma'ruf hanya dalam bentuk tampilan sebagai ulama yang pakai sarung tetapi justru di situlah tampilan kebijaksanaan dari KH Ma'ruf Amin. Element of suprise yang diberikan beliau adalah sangat memahami terhadap persoalan bangsa dan negara," ujar Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, di Rumah Aspirasi, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (17/3/2019).

Hasto menyebut Ma'ruf Amin berhasil menyampaikan gagasan perubahan paradigma terkait tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

"Kiai Ma'ruf menampilkan gagasan-gagasan yang membumi dalam kearifan lokal, tetapi terintegrasi dengan pemahaman terhadap perkembangan dunia digital sekalipun," sambungnya. 

Penampilan Ma'ruf Amin diyakini Hasto punya dampak positif di masyarakat. Hasto menyebut respons positif muncul lewat media sosial saat debat cawapres berlangsung.

"Kami sangat optimistis karena kami langsung merespons melihat terhadap tanggapan di social media sebagai sebuah instrumen nalar terbaik dari debat ini dan ternyata banyak yang terkejut atas penampilan Kiai Ma'ruf yang luar biasa yang menampilkan gagasan, gagasan yang visioner jauh dengan semangat muda dibandingkan dengan Bapak Sandi," papar Hasto, yang juga Sekjen PDI Perjuangan.

Dalam debat cawapres, Ma'ruf Amin menegaskan jumlah tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia terkendali. Jumlahnya pun diklaim paling rendah dibandingkan TKA yang bekerja di negara-negara lainnya. 

"Tenaga kerja asing di Indonesia terkendali dengan aturan yang ada jumlahnya di bawah 0,01 persen dan itu adalah paling rendah di seluruh dunia, itu lihat datanya," kata Ma'ruf Amin.

Jawaban ini disampaikan Ma'ruf Amin atas pertanyaan cawapres Sandiaga Uno yang mempertanyakan kebijakan yang adil bagi para tenaga kerja di Indonesia. Sandiaga dalam sesi pertanyaan mempertanyakan jumlah tenaga kerja asing di Indonesia. 

Ma'ruf menegaskan lapangan kerja akan tetap disiapkan salah satunya lewat startup.

"Oleh karena itu, untuk memberikan lapangan kerja kepada masyarakat, kita akan kita lakukan dengan memberikan iklim kerja yang kondusif untuk dunia usaha. Memberikan akses keuangan, KUR, pengembangan mikro," sambungnya.





Debat Cawapres: Benarkah Ma’ruf Amin lebih Unggul? by Hersubeno Arief


Apa yang paling diingat publik dari debat antar-cawapres mempertemukan Kiyai Ma’ruf Amin dengan Sandiaga S Uno, Ahad (17/3) malam?

Sebagian besar pemirsa ketika ditanya akan menjawab soal kartu. Ma’ruf Amin menunjukkan tiga kartu andalan Jokowi : Kartu Pra Kerja, Kartu Kuliah dan Kartu Sembako.

Sandiaga Uno mengeluarkan e-KTP dari dompetnya. Tindakannya diikuti secara beramai-ramai oleh para pendukungnya. Menurut Sandi tidak perlu banyak kartu. Cukup satu kartu canggih bernama e-KTP. Simple. Tidak ruwet dan tidak bikin dompet jadi tebal mengganggu.

Begitulah perilaku penonton televisi. Sesuai karakternya, televisi bersifat visual. Apa yang dilihat, jauh lebih membekas dalam ingatan dibanding apa yang didengar. Apalagi di era medsos. Sangat jarang ada penonton yang benar-benar sepenuhnya memperhatikan jalannya debat.

Coba perhatikan. Sebagian besar sibuk dengan gadget. Share alias mengirim meme, potongan video, berdebat, bahkan berperang di berbagai group pertemanan sepanjang perdebatan. Sangat jarang ada yang benar-benar memperhatikan sepenuhnya jalannya debat.

Tak berlebihan bila banyak praktisi komunikasi menyatakan penampilan (performance) jauh lebih penting dari penguasaan materi. Kurang lebih porsinya 70%-30%. Karena itu perdebatan di televisi disebut sebagai talkshow. Kalau kita terjemahkan secara bebas, berarti “pertunjukan omong-omong, pertunjukan cakap-cakap.” Bukan kuliah, atau ceramah.

Rumusnya, jangan hanya terfokus pada konten, tapi juga jangan sama sekali tidak menguasai konten. Yang harus lebih diutamakan adalah penampilan. Mulai dari penampilan fisik, cara berpakaian, dan bagaimana bersikap sepanjang jalannya debat. Terlalu fokus pada konten dan abai penampilan, dampaknya bisa fatal.

Secara singkat rumus untuk memenangkan ajang sebuah debat di televisi adalah tiga P. Performance, performance, and performance. Penampilan, penampilan, dan penampilan.

Rumus ini penting untuk menguji klaim dua kubu pendukung, terutama pendukung Ma’ruf Amin, bahwa jagoannya memenangkan debat.

Rujukan klasik untuk melihat dampak perdebatan di televisi dan pengaruhnya terhadap preferensi pemilih adalah debat antara capres Richard Nixon melawan John F Kennedy. Pertemuan keduanya terjadi pada tanggal 26 September 1960. 59 tahun lalu.

Inilah untuk pertamakalinya publik di AS bisa mengikuti debat secara langsung di televisi. Biasanya mereka mengikuti debat melalui radio. Televisinya juga masih hitam putih, dengan teknologi yang sederhana.

Nixon adalah wapres incumbent saat itu berusia 47 tahun. Sementara Kennedy sang penantang berusia 4 tahun lebih muda.

Sebagai incumbent Nixon jelas jauh lebih matang dan berpengalaman. Mungkin karena beban pekerjaan membuatnya tampak lebih tua dan lelah. Dia juga digambarkan hadir dengan pakaian yang tidak pas. Badannya kelihatan kurus karena harus dirawat di rumah sakit selama dua pekan . Dia mengalami cidera lutut.

Sebaliknya Kennedy dikenal sebagai seorang senator flamboyan. Dia digilai banyak wanita. Penampilannya sangat percaya diri. Berpakaian serasi, tubuh bugar dengan kulit kecoklatan karena banyak berolahraga dan terbakar matahari. Plus senyum yang menawan.

Sejumlah jajak pendapat menyimpulkan, ketika 70 juta pemilih AS mendengarkan debat melalui radio, mereka mengunggulkan Nixon. Sebagai incumbent penguasaannya atas materi yang berkaitan dengan pemerintahan sangat mantap.

Situasinya menjadi berbalik ketika mereka menonton melalui televisi. Kennedy jauh lebih diunggulkan. Pemirsa tersihir dengan penampilan Kennedy. Penguasaan materi tapi disampaikan oleh wajah lelah Nixon mengakibatkan publik mengalihkan dukungan kepada Kennedy.

Kennedy memenangkan pilpres. Saat itu dia tercatat sebagai Presiden AS termuda sepanjang sejarah. Sihir kamera yang dikenal dengan istilah “ camera is a magic” bekerja dengan sempurna.

Pertemuan Ma’ruf dengan Sandi settingnya nyaris persis sama. Hanya bedanya itu merupakan perdebatan antar-capres.

Para pendukung Jokowi menilai Ma’ruf menang debat karena penampilannya, terutama dalam menyampaikan visi dan misi, jauh melampaui harapan.

Diam-diam ada semacam kekhawatiran yang besar terhadap Ma’ruf. Pada debat pertama antar-paslon, Ma’ruf kelihatan demam panggung. Jokowi main aman. Dia tidak memberi banyak kesempatan Ma’ruf bicara. Jokowi tadi malam juga sempat hadir sebentar untuk memastikan semuanya berjalan baik.

Penampilan Ma’ruf tadi malam cukup meyakinkan. Sebagai da’i berpengalaman, dia tampil percaya diri. Seperti diperkirakan dia juga sempat menyerang kubu paslon 02.

Pada saat penyampaian pernyataan penutup Ma’ruf dengan gagah bersumpah akan memerangi fitnah dan hoax. Dua isu ini menjadi senjata andalan kubu paslon 01 untuk menyerang kubu paslon 02.

Sayangnya seperti Nixon, casing Ma’ruf tidak mendukung. Usia Ma’ruf bahkan jauh lebih tua dari Nixon. Dia berusia 76 Tahun pada 11 Maret lalu. Sandi pada saat debat dimulai, sempat menyampaikan selamat ulang tahun. Sebuah serangan halus untuk mengingatkan publik, bahwa Ma’ruf sudah tua.

Tanpa diingatkan sesungguhnya publik juga sudah bisa melihat sendiri. Wajah Ma’ruf terlihat lelah. Jalannya tertatih. Seorang pemirsa ada yang sempat meng-capture jas yang dikenakan posisinya tidak simetris. Panjang sebelah.

Bagi yang cermat juga pasti sempat memperhatikan. Format panggung kali ini berbeda dengan dua debat sebelumnya. Di setiap jeda, kandidat bisa duduk. Disediakan sebuah kursi. Tidak seperti debat sebelumnya, paslon berdiri sepanjang perdebatan.

Format kali ini tampaknya disediakan untuk mengakomodir kesehatan Ma’ruf. Seperti Nixon, Ma’ruf mengalami cidera di kakinya akibat terjatuh. Ada yang menyebut dia terjatuh di kamar mandi. Ma’ruf bahkan harus beristirahat dan dilarang bepergian hampir dua bulan. Jauh lebih lama dibanding Nixon.

Secara kebetulan pula penampilan Sandi mengingatkan publik pada Kennedy. Dengan usia sedikit lebih tua, tampilan Sandi juga flamboyan. Dia juga digilai oleh emak-emak. Dalam setiap kunjungannya ke berbagai daerah banyak emak-emak muda (makmud) yang termehek-mehek ketika bertemu Sandi.

Tubuhnya sangat bugar. Setiap hari dia berolahraga lari minimal sejauh 10 km. Sebelum debat pada pagi harinya dia masih sempat berlari dan main basket bersama Agus Harimurti Yudhoyono. Dua ikon anak muda.

Di medsos ada yang menggambarkan perdebatan ini antara “Manula versus Milenial. Masa lalu versus Masa Depan.”

Secara konten, sebagai penantang Sandi juga sangat bagus. Walau hanya singkat, dia sempat punya pengalaman di pemerintahan sebagai Wagub DKI.

Dengan gambaran seperti itu benarkah klaim pendukung Ma’ruf bahwa jagoannya memenangkan debat?

Lebih dari 100 juta pemilih yang tadi malam menonton debat melalui televisi yang menilai dan menentukan. Debat antara Kyai Ma’ruf Amin Vs Sandiaga Uno akan menjadi catatan sejarah, seberapa besar televisi mempengaruhi pemilih.

Debat antara Nixon Vs Kennedy sudah membuktikannya. Penampilan yang muda, bugar, dan tampan mengalahkan figur yang berpengalaman, tapi tampak tua dan lelah.

Apakah pengaruhnya juga tetap sama? Apakah sihir kamera kembali bekerja secara sempurna? end

Penulis: Hersubeno Arief



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Ayo Jalan Terus! -  Suarakan Fakta dan Kebenaran ! 





Selengkapnya

AYO JALAN TERUS !

Suarakan Fakta dan Kebenaran


Artikel Terbaru :



Home - Artikel Terbaru - Artikel Populer - Fanpage Facebook - Twitter - Pinterest - Thumbler
Back to Top